Tampilkan postingan dengan label Liga Italia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Italia. Tampilkan semua postingan
Napoli kian tercecer dari persaingan di puncak klasemen setelah diimbangi Brescia di kandang sendiri. Sementara Udinese naik ke posisi empat klasemen usai menang tipis atas Bari.
Dalam laga di Stadion San Paolo, Minggu (6/3/2011) malam WIB, Napoli dipaksa bermain imbang tanpa gol, 0-0 oleh Brescia. Ini merupakan kali kedua secara beruntun Napoli gagal meraih poin maksimal. Pekan lalu skuad besutan Walter Mazzari ditundukkan AC Milan dengan skor mencolok 0-3.
Dengan Rossoneri yang kemarin menang 1-0 atas Juventus dan Nerazzurri sukses menggilas Genoa 5-2, Napoli kini tercecer makin jauh dari persaingan menjadi juara. Memiliki poin 53, Marek Hamsik cs tertinggal delapan angka dari Milan dan terpaut tiga poin di belakang Inter.
Udinese ke Papan Atas
Perlahan tapi pasti Udinese merangkak ke papan atas. Adalah kemenangan tipis dengan skor 1-0 atas Bari yang mengantar Bianconeri duduk di posisi empat klasemen dengan poin 50, menggeser Lazio yang baru akan bertanding menjamu Palermo dinihari nanti.
Berlaga di depan pendukungnya sendiri, Stadion Friuli, Udinese harus menunggu hingga menit 76 untuk bisa memecah kebuntuan. Gol semata wayang yang mereka cetak datang dari eksekusi penalti Antonio di Natale menyusul pelanggaran yang dilakukan Alessandro Parisi terhadap Alexis Sanchez di kotak terlarang.
Kemenangan atas Bari ini melanjutkan catatan bagus Udinese sejak awal tahun 2011. Sejak pergantian tahun Udinese tak terkalahkan dalam 11 pertandingan Seri A, mereka meraih delapan kemenangan dan tiga hasil imbang.
Susunan Pemain
Napoli: De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Aronica (Yebda 82); Maggio, Gargano, Pazienza (C Lucarelli 74), Dossena (Mascara 60); Hamsik, Zuniga; Cavani
Brescia: Arcari; Zebina, Mareco, Zoboli, Zambelli (Accardi 21); Kone (Eder 83), Vass, Hatemaj, Berardi; Diamanti (Lanzafame 77), Caracciolo
Udinese: Handanovic; Benatia, Zapata, Domizzi; Cuadrado (Corradi 72), Pinzi, Inler, Asamoah; Armero (Pasquale 72); Sanchez, Di Natale (Abdi 86)
Bari: Gillet; A Masiello, Glik, Belmonte (Rossi 35), Parisi (Rivas 81); Gazzi, Bentivoglio, Codrea; Huskelepp (Rudolf 81), Ghezzal, Okaka
READ MORE - Udinese Kudeta Napoli
Dalam laga di Stadion San Paolo, Minggu (6/3/2011) malam WIB, Napoli dipaksa bermain imbang tanpa gol, 0-0 oleh Brescia. Ini merupakan kali kedua secara beruntun Napoli gagal meraih poin maksimal. Pekan lalu skuad besutan Walter Mazzari ditundukkan AC Milan dengan skor mencolok 0-3.
Dengan Rossoneri yang kemarin menang 1-0 atas Juventus dan Nerazzurri sukses menggilas Genoa 5-2, Napoli kini tercecer makin jauh dari persaingan menjadi juara. Memiliki poin 53, Marek Hamsik cs tertinggal delapan angka dari Milan dan terpaut tiga poin di belakang Inter.
Udinese ke Papan Atas
Perlahan tapi pasti Udinese merangkak ke papan atas. Adalah kemenangan tipis dengan skor 1-0 atas Bari yang mengantar Bianconeri duduk di posisi empat klasemen dengan poin 50, menggeser Lazio yang baru akan bertanding menjamu Palermo dinihari nanti.
Berlaga di depan pendukungnya sendiri, Stadion Friuli, Udinese harus menunggu hingga menit 76 untuk bisa memecah kebuntuan. Gol semata wayang yang mereka cetak datang dari eksekusi penalti Antonio di Natale menyusul pelanggaran yang dilakukan Alessandro Parisi terhadap Alexis Sanchez di kotak terlarang.
Kemenangan atas Bari ini melanjutkan catatan bagus Udinese sejak awal tahun 2011. Sejak pergantian tahun Udinese tak terkalahkan dalam 11 pertandingan Seri A, mereka meraih delapan kemenangan dan tiga hasil imbang.
Susunan Pemain
Napoli: De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Aronica (Yebda 82); Maggio, Gargano, Pazienza (C Lucarelli 74), Dossena (Mascara 60); Hamsik, Zuniga; Cavani
Brescia: Arcari; Zebina, Mareco, Zoboli, Zambelli (Accardi 21); Kone (Eder 83), Vass, Hatemaj, Berardi; Diamanti (Lanzafame 77), Caracciolo
Udinese: Handanovic; Benatia, Zapata, Domizzi; Cuadrado (Corradi 72), Pinzi, Inler, Asamoah; Armero (Pasquale 72); Sanchez, Di Natale (Abdi 86)
Bari: Gillet; A Masiello, Glik, Belmonte (Rossi 35), Parisi (Rivas 81); Gazzi, Bentivoglio, Codrea; Huskelepp (Rudolf 81), Ghezzal, Okaka
Label: Liga Italia
Kemenangan Inter Milan atas Genoa membawa Leonardo pada rekor baru yang melewati pelatih kawakan Fabio Capello. Atas pencapaiannya itu, Loenardo memilih merendah dan tak ingin dibandingkan dengan seniornya itu.
Sebelum laga di Giuseppe Meazza, Minggu (6/3/2011) malam WIB, Leo sudah membawa Inter menang 10 kali di 12 laga pertamanya di Seri A sejak pertama kali menangani tim itu akhir Desember lalu. Dua laga berakhir dengan kekalahan.
Dengan 30 poin yang dikantongi pria asal Brasil itu, ia sudah melewati pencapaian Jose Mourinho dan Marcelo Lippi yang meraih 27 dan 29 poin dari 12 laga awalnya bersama Inter (2008/2009) serta Juventus (1994/1995).
Di atas Leo masih ada nama Fabio Capello yang mampu menyumbangkan 31 poin dari 12 laga perdananya bersama Juve di musim 2004/2005.
Namun kini eks pelatih AC Milan itu patut berbangga karena ia baru saja membuat rekor yaitu mengumpulkan 33 poin dari 13 laga pertama bersama sebuah tim sejak sistem tiga poin untuk kemenangan diperkenalkan.
Melewati rekor Capello boleh dibilang pencapaian awal yang baik bagi Leo yang baru memulai karir kepelatihannya musim lalu. Apalagi yang dikangkanginya adalah Capello, pria yang membawanya ke Milan pada musim 1997.
"Jangan pernah membandingkanku dengan Capello," ucap Leo penuh senyum seperti diwartakan Football Italia.
"Itu tidak baik karena dia adalah guruku. Dia yang membawaku ke Italia dan itu adalah sebuah poin yang penting sebagaimana ia banyak menolongku," lanjut Leo.
"Senang rasanya mencatat rekor itu namun mari jangan dilebih-lebihkan. Capello ada di level yang lain," tuntas Leo.
READ MORE - Lewati Rekor 'Sang Guru', Leo Merendah
Sebelum laga di Giuseppe Meazza, Minggu (6/3/2011) malam WIB, Leo sudah membawa Inter menang 10 kali di 12 laga pertamanya di Seri A sejak pertama kali menangani tim itu akhir Desember lalu. Dua laga berakhir dengan kekalahan.
Dengan 30 poin yang dikantongi pria asal Brasil itu, ia sudah melewati pencapaian Jose Mourinho dan Marcelo Lippi yang meraih 27 dan 29 poin dari 12 laga awalnya bersama Inter (2008/2009) serta Juventus (1994/1995).
Di atas Leo masih ada nama Fabio Capello yang mampu menyumbangkan 31 poin dari 12 laga perdananya bersama Juve di musim 2004/2005.
Namun kini eks pelatih AC Milan itu patut berbangga karena ia baru saja membuat rekor yaitu mengumpulkan 33 poin dari 13 laga pertama bersama sebuah tim sejak sistem tiga poin untuk kemenangan diperkenalkan.
Melewati rekor Capello boleh dibilang pencapaian awal yang baik bagi Leo yang baru memulai karir kepelatihannya musim lalu. Apalagi yang dikangkanginya adalah Capello, pria yang membawanya ke Milan pada musim 1997.
"Jangan pernah membandingkanku dengan Capello," ucap Leo penuh senyum seperti diwartakan Football Italia.
"Itu tidak baik karena dia adalah guruku. Dia yang membawaku ke Italia dan itu adalah sebuah poin yang penting sebagaimana ia banyak menolongku," lanjut Leo.
"Senang rasanya mencatat rekor itu namun mari jangan dilebih-lebihkan. Capello ada di level yang lain," tuntas Leo.
Label: Liga Italia
Kabar AC Milan untuk kembali membeli Kaka dibantah oleh Adriano Galliani. Menurutnya, Milan tak memiliki cukup uang untuk membeli dan membiayai gaji Kaka.
Kabar bahwa Milan akan kembali menggaet Kaka kian santer setelah kemunculan ayah sang pemain di San Siro dalam laga Milan vs Napoli. Sebelumnya, Galliani menyebut bahwa pihak klub belum memikirkan ke arah sana karena masih ingin berkonsentrasi terhadap musim ini.
"Sampai sekarang tak ada hipotesis. Ayahnya, Bosco Leite, adalah seorang teman, tapi kami sama sekali tak membicarakan soal Riccardino. Saat ini belum ada rencana," ucap Galliani ketika itu.
Tapi belakangan, pria berkepala plontos itu memberikan perkembangan terakhir yang sepertinya terlihat menuju kata "tidak". Alasannya, gaji Kaka terlalu mahal dan Rossoneri tak akan sanggup untuk membayarnya--yang mana disebabkan oleh mahalnya pajak di Italia.
"Ricardino tampaknya mendapatkan terlalu banyak karena di sana mereka lebih sedikit membayar pajak," ujar Galliani di Football Italia.
"Saya turut menyesal mendengar dia mendapatkan kesulitan di Madrid. Tapi, dia harus banyak memangkas gajinya untuk bisa kembali ke Milan," lanjutnya.
Memang tak banyak yang bisa dikontribusikan Kaka hingga musim kedua dia bergabung dengan Real Madrid. Cedera dan persaingan dengan banyak bintang El Real membuat dia tak bisa berperan banyak.
Milan sendiri hanya bisa membayar mahal satu orang bintang. Dan keistimewaan tersebut sudah mereka berikan kepada penyerang yang sudah menyumbang 19 gol untuk mereka musim ini, Zlatan Ibrahimovic.
"Kami hanya bisa mengizinkan gaji seperti itu kepada satu orang Ibrahimovic," tandas Galliani.
READ MORE - Kaka Terlalu Mahal
Kabar bahwa Milan akan kembali menggaet Kaka kian santer setelah kemunculan ayah sang pemain di San Siro dalam laga Milan vs Napoli. Sebelumnya, Galliani menyebut bahwa pihak klub belum memikirkan ke arah sana karena masih ingin berkonsentrasi terhadap musim ini.
"Sampai sekarang tak ada hipotesis. Ayahnya, Bosco Leite, adalah seorang teman, tapi kami sama sekali tak membicarakan soal Riccardino. Saat ini belum ada rencana," ucap Galliani ketika itu.
Tapi belakangan, pria berkepala plontos itu memberikan perkembangan terakhir yang sepertinya terlihat menuju kata "tidak". Alasannya, gaji Kaka terlalu mahal dan Rossoneri tak akan sanggup untuk membayarnya--yang mana disebabkan oleh mahalnya pajak di Italia.
"Ricardino tampaknya mendapatkan terlalu banyak karena di sana mereka lebih sedikit membayar pajak," ujar Galliani di Football Italia.
"Saya turut menyesal mendengar dia mendapatkan kesulitan di Madrid. Tapi, dia harus banyak memangkas gajinya untuk bisa kembali ke Milan," lanjutnya.
Memang tak banyak yang bisa dikontribusikan Kaka hingga musim kedua dia bergabung dengan Real Madrid. Cedera dan persaingan dengan banyak bintang El Real membuat dia tak bisa berperan banyak.
Milan sendiri hanya bisa membayar mahal satu orang bintang. Dan keistimewaan tersebut sudah mereka berikan kepada penyerang yang sudah menyumbang 19 gol untuk mereka musim ini, Zlatan Ibrahimovic.
"Kami hanya bisa mengizinkan gaji seperti itu kepada satu orang Ibrahimovic," tandas Galliani.
Label: Liga Italia
Sebagai penyerang, usia Filippo Inzaghi sudah terhitung senja. Meski begitu pemain depan AC Milan itu masih menyimpan ambisi. Bagaimana cara dia menjaga semangatnya agar tetap membara?
Inzaghi tahun ini akan berusia 38 tahun. Usia yang cukup uzur bagi seorang berposisi penyerang. Meski begitu pria berjuluk Super Pippo itu masih belum mau bicara soal pensiun.
"Setiap pemain harus mengatur karir mereka masing-masing, sepanjang mereka masih fit. Secara natural, bagi saya sungguh berarti melihat seorang juara dan pemain luar biasa seperti Ronaldo pensiun dari sepakbola," ujar Inzaghi di situs resmi FIFA.
"Itu mengatakan bahwa saya bahkan lebih beruntung karena saya masih bisa bertarung di usia 38 tahun ini, dan ini semua karena faktor dukungan dari klub, rekan satu tim, dan fans yang ada di belakang saya," tandas mantan pemain Juventus tersebut.
Inzaghi mengatakan bahwa dirinya, meski sudah termakan usia dan tak jarang dihantam cedera, tetap memiliki tekad untuk terus bermain. Pemain berkebangsaan Italia tersebut optimistis dirinya masih punya kesempatan untuk tampil meski lini depan Milan kini sudah paten dengan kehadiran Zlatan Ibrahimovic, Antonio Cassano, Robinho, dan Alexandre Pato.
"Saya berharap segera, segera kembali ke lapangan. Tujuan saya sekarang adalah bermain kembali, jadi saya bisa kembali mencetak rekor dalam gol di Eropa," ujar dia.
Bagaimana cara menjaga agar semangat dan ambisi itu tetap hidup? Soal ini Inzaghi memiliki jawabannya.
"Rahasia dari itu semua adalah semangat dan mencintai apa yang saya lakukan. Saya menilai saya beruntung karena saya dalam hidup ini memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang sangat dekat dengan hati saya: bermain sepakbola," tandas dia.
READ MORE - Usia tak Surutkan Ambisi Inzaghi
Inzaghi tahun ini akan berusia 38 tahun. Usia yang cukup uzur bagi seorang berposisi penyerang. Meski begitu pria berjuluk Super Pippo itu masih belum mau bicara soal pensiun.
"Setiap pemain harus mengatur karir mereka masing-masing, sepanjang mereka masih fit. Secara natural, bagi saya sungguh berarti melihat seorang juara dan pemain luar biasa seperti Ronaldo pensiun dari sepakbola," ujar Inzaghi di situs resmi FIFA.
"Itu mengatakan bahwa saya bahkan lebih beruntung karena saya masih bisa bertarung di usia 38 tahun ini, dan ini semua karena faktor dukungan dari klub, rekan satu tim, dan fans yang ada di belakang saya," tandas mantan pemain Juventus tersebut.
Inzaghi mengatakan bahwa dirinya, meski sudah termakan usia dan tak jarang dihantam cedera, tetap memiliki tekad untuk terus bermain. Pemain berkebangsaan Italia tersebut optimistis dirinya masih punya kesempatan untuk tampil meski lini depan Milan kini sudah paten dengan kehadiran Zlatan Ibrahimovic, Antonio Cassano, Robinho, dan Alexandre Pato.
"Saya berharap segera, segera kembali ke lapangan. Tujuan saya sekarang adalah bermain kembali, jadi saya bisa kembali mencetak rekor dalam gol di Eropa," ujar dia.
Bagaimana cara menjaga agar semangat dan ambisi itu tetap hidup? Soal ini Inzaghi memiliki jawabannya.
"Rahasia dari itu semua adalah semangat dan mencintai apa yang saya lakukan. Saya menilai saya beruntung karena saya dalam hidup ini memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang sangat dekat dengan hati saya: bermain sepakbola," tandas dia.
Label: Liga Italia
Juara bertahan Serie A Internazionale Milan kembali menemukan ritme terbaiknya saat menumbangkan tuan rumah Sampdoria dengan keunggulan dua gol tanpa balas di Stadion Luigi Ferraris, Minggu (27/2).
Torehan nilai sempurna ini untuk sementara membuat tim asuhan Leonardo itu menggeser posisi Napoli dengan nilai 53 angka dan hanya terpaut dua poin dari AC Milan, yang baru turun bertanding melawan Napoli pada Senin ini.
Inter Milan berpeluang mencuri gol terlebih dulu di menit 14, saat umpan tarik Wesley Sneijder dari sisi kanan mengarah ke dalam kotak penalti, namun sayang tandukan Houssine Kharja masih sedikit melebar dari arah gawang.
Tiga menit kemudian pelanggaran pemain Sampdoria di luar kotak penalti hampir membuahkan hasil bagi tim tamu, saat eksekusi tendangan bebas Sneijder dari jarak 30 meter masih mengarah tepat dalam pelukan Gianluca Curci.
Memasuki setengah jam, Inter kembali mengancam gawang Sampdoria. Berawal dari umpan tusukan Pazzini dari sisi kiri gagal dimanfaatkan oleh Sneijder dan Lucio, meski sama-sama sudah berada di depan gawang.
Gawang Julio Cesar terhindar dari kebobolan, saat peluang yang didapati oleh Reto Ziegler tepat di mulut gawang masih dapat diblok oleh Andrea Rannocchia.
Tidak lama kemudian kembali Sampdoria menekan lini pertahanan Nerazzurri. Kali ini giliran Andrea Poli yang mengirimkan tendangan datar ke gawang Cesar, namun sayang bola masih mengenai mistar kanan gawang.
Inter kembali menggebrak selepas turun minum dan Sneijder untuk kesekian kalinya memperoleh peluang matang, setelah aksi individunya dari luar kotak penalti masih melebar tipis di sisi kiri gawang.
Tidak lama kemudian ganti Sampdoria yang melepaskan ancaman ke gawang Inter, beruntung aksi Massimo Maccarone masih dapat digagalkan Julio Cesar dengan hadangan kakinya untuk mengeblok tendangan datar Maccarone.
Kebuntuan Inter baru bisa dipecahkan di menit ke-73. Berawal dari pelanggaran Gastaldello di luar kotak penalti terhadap Pazzini, tidak disia-siakan oleh Sneijder yang mengarahkan bola dari tendangan bebas berjarak 25 meter ke sudut kanan gawang Curci.
Tidak lama kemudian Sneijder kembali memperoleh peluang dari bola mati, namun kali ini tendangannya dari sisi kiri masih mengenai tiang kiri gawang.
Samuel Eto'o dua kali berkesempatan untuk menggandakan keunggulan timnya, saat tendangan kerasnya masih dapat digagalkan oleh Curci.
Di penghujung pertandingan Samuel Eto'o akhirnya tidak membuang-buang peluang matang saat aksi individunya dari sudut yang sama kali ini tidak dapat digagalkan Curci, mengingat tendangannya mengarah keras melewati hadangan kedua kaki sang kiper.
Susunan pemain:
Sampdoria: Gianluca Curci, Daniele Gastaldello, Stefano Lucchini, Massimo Volta, Angelo Palombo, Daniele Dessena (Biabiany 77'), Andrea Poli (Macheda 88'), Reto Ziegler, Daniele Mannini, Massimo Maccarone, Stefano Guberti (Koman 84').
Inter Milan: Julio Cesar, Andrea Rannocchia, Lucio, Cristian Chivu, Yuto Nagamoto, Dejan Stankovic, Wesley Sneijder, Javier Zanetti, Houssine Kharja (Pandev 63'), Samuel Eto'o, Giampaolo Pazzini (Mariga 88').
READ MORE - Inter Gusur Napoli
Torehan nilai sempurna ini untuk sementara membuat tim asuhan Leonardo itu menggeser posisi Napoli dengan nilai 53 angka dan hanya terpaut dua poin dari AC Milan, yang baru turun bertanding melawan Napoli pada Senin ini.
Inter Milan berpeluang mencuri gol terlebih dulu di menit 14, saat umpan tarik Wesley Sneijder dari sisi kanan mengarah ke dalam kotak penalti, namun sayang tandukan Houssine Kharja masih sedikit melebar dari arah gawang.
Tiga menit kemudian pelanggaran pemain Sampdoria di luar kotak penalti hampir membuahkan hasil bagi tim tamu, saat eksekusi tendangan bebas Sneijder dari jarak 30 meter masih mengarah tepat dalam pelukan Gianluca Curci.
Memasuki setengah jam, Inter kembali mengancam gawang Sampdoria. Berawal dari umpan tusukan Pazzini dari sisi kiri gagal dimanfaatkan oleh Sneijder dan Lucio, meski sama-sama sudah berada di depan gawang.
Gawang Julio Cesar terhindar dari kebobolan, saat peluang yang didapati oleh Reto Ziegler tepat di mulut gawang masih dapat diblok oleh Andrea Rannocchia.
Tidak lama kemudian kembali Sampdoria menekan lini pertahanan Nerazzurri. Kali ini giliran Andrea Poli yang mengirimkan tendangan datar ke gawang Cesar, namun sayang bola masih mengenai mistar kanan gawang.
Inter kembali menggebrak selepas turun minum dan Sneijder untuk kesekian kalinya memperoleh peluang matang, setelah aksi individunya dari luar kotak penalti masih melebar tipis di sisi kiri gawang.
Tidak lama kemudian ganti Sampdoria yang melepaskan ancaman ke gawang Inter, beruntung aksi Massimo Maccarone masih dapat digagalkan Julio Cesar dengan hadangan kakinya untuk mengeblok tendangan datar Maccarone.
Kebuntuan Inter baru bisa dipecahkan di menit ke-73. Berawal dari pelanggaran Gastaldello di luar kotak penalti terhadap Pazzini, tidak disia-siakan oleh Sneijder yang mengarahkan bola dari tendangan bebas berjarak 25 meter ke sudut kanan gawang Curci.
Tidak lama kemudian Sneijder kembali memperoleh peluang dari bola mati, namun kali ini tendangannya dari sisi kiri masih mengenai tiang kiri gawang.
Samuel Eto'o dua kali berkesempatan untuk menggandakan keunggulan timnya, saat tendangan kerasnya masih dapat digagalkan oleh Curci.
Di penghujung pertandingan Samuel Eto'o akhirnya tidak membuang-buang peluang matang saat aksi individunya dari sudut yang sama kali ini tidak dapat digagalkan Curci, mengingat tendangannya mengarah keras melewati hadangan kedua kaki sang kiper.
Susunan pemain:
Sampdoria: Gianluca Curci, Daniele Gastaldello, Stefano Lucchini, Massimo Volta, Angelo Palombo, Daniele Dessena (Biabiany 77'), Andrea Poli (Macheda 88'), Reto Ziegler, Daniele Mannini, Massimo Maccarone, Stefano Guberti (Koman 84').
Inter Milan: Julio Cesar, Andrea Rannocchia, Lucio, Cristian Chivu, Yuto Nagamoto, Dejan Stankovic, Wesley Sneijder, Javier Zanetti, Houssine Kharja (Pandev 63'), Samuel Eto'o, Giampaolo Pazzini (Mariga 88').
Label: Liga Italia
Keinginan Juventus masuk empat besar Serie A tampaknya harus dikubur dalam-dalam setelah kembali menelan kekalahan. Di giornata ke-27, giliran Bologna yang mampu membungkam I Bianconeri 0-2 di Stadion Olimpico, Sabtu (26/2).
Akibat dua kekalahan beruntun ini, Juve terpuruk di posisi tujuh dengan 41 angka, terpaut tujuh angka dari Lazio yang berada di posisi empat dan baru berlaga nanti malam. Bologna sendiri sukses naik ke posisi 11 dengan torehan 35 poin.
Adalah mantan penyerang Juve Marco Di Vaio yang menjadi pahlawan Bologna dengan dua golnya. Kekalahan ini membuat posisi pelatih Juve Luigi Del Neri makin terancam pemecatan.
Juve sebenarnya mengawali laga dengan baik. Pertandingan baru berjalan 11 menit, Juve sudah nyaris unggul bila umpan Giorgio Chiellini mampu dituntaskan Alessandro Matri menjadi gol.
Peluang kembali didapat Juve di menit 23 saat tendangan keras Felipe Melo masih dapat digagalkan penjaga gawang Bologna Emiliano Viviano.
Empat menit sebelum jeda, Juve seharusnya mampu unggul. Sayangnya tendangan penyerang Vincenzo Iaquinta masih membentur tiang gawang.
Di awal babak kedua, Bologna mengebrak dan mampu membungkam publik Olimpico ketika Di Vaio lepas dari jebakan off-side dan dengan dingin memperdaya Marco Storari.
Di Vaio kembali membobol gawang Storari di menit ke-63. Mendapat umpan tumit dari Meggiorini, Di Vaio memperdaya dua bek Juve sebelum melepaskan tendangan mendatar.
Usaha Juve untuk mengejar ketertinggalan tidak membuahkan hasil sampai akhir. Keberuntungan tampak sedang tidak berpihak kepada Juve.
Beberapa peluang matang sebenarnya mampu mereka lahirkan seperti ketika sontekan Luca Toni dimulut gawang masih dapat disapu pemain bertahan Bologna tepat sebelum melintasi garis gawang.
Susunan Pemain:
Juventus: Storari; Grygera (Pepe 69), Barzagli, Bonucci, Chiellini; Krasic, Melo, Marchisio, Martinez (Del Piero 46); Iaquinta (Toni 46), Matri
Bologna: Viviano; Esposito (Mutarelli 30), Portanova, Britos (Cherubin 76), Rubin; Perez, Mudingayi, Casarini; Della Rocca; Meggiorini (Busce' 88), Di Vaio.
READ MORE - Juve Kalah Lagi
Akibat dua kekalahan beruntun ini, Juve terpuruk di posisi tujuh dengan 41 angka, terpaut tujuh angka dari Lazio yang berada di posisi empat dan baru berlaga nanti malam. Bologna sendiri sukses naik ke posisi 11 dengan torehan 35 poin.
Adalah mantan penyerang Juve Marco Di Vaio yang menjadi pahlawan Bologna dengan dua golnya. Kekalahan ini membuat posisi pelatih Juve Luigi Del Neri makin terancam pemecatan.
Juve sebenarnya mengawali laga dengan baik. Pertandingan baru berjalan 11 menit, Juve sudah nyaris unggul bila umpan Giorgio Chiellini mampu dituntaskan Alessandro Matri menjadi gol.
Peluang kembali didapat Juve di menit 23 saat tendangan keras Felipe Melo masih dapat digagalkan penjaga gawang Bologna Emiliano Viviano.
Empat menit sebelum jeda, Juve seharusnya mampu unggul. Sayangnya tendangan penyerang Vincenzo Iaquinta masih membentur tiang gawang.
Di awal babak kedua, Bologna mengebrak dan mampu membungkam publik Olimpico ketika Di Vaio lepas dari jebakan off-side dan dengan dingin memperdaya Marco Storari.
Di Vaio kembali membobol gawang Storari di menit ke-63. Mendapat umpan tumit dari Meggiorini, Di Vaio memperdaya dua bek Juve sebelum melepaskan tendangan mendatar.
Usaha Juve untuk mengejar ketertinggalan tidak membuahkan hasil sampai akhir. Keberuntungan tampak sedang tidak berpihak kepada Juve.
Beberapa peluang matang sebenarnya mampu mereka lahirkan seperti ketika sontekan Luca Toni dimulut gawang masih dapat disapu pemain bertahan Bologna tepat sebelum melintasi garis gawang.
Susunan Pemain:
Juventus: Storari; Grygera (Pepe 69), Barzagli, Bonucci, Chiellini; Krasic, Melo, Marchisio, Martinez (Del Piero 46); Iaquinta (Toni 46), Matri
Bologna: Viviano; Esposito (Mutarelli 30), Portanova, Britos (Cherubin 76), Rubin; Perez, Mudingayi, Casarini; Della Rocca; Meggiorini (Busce' 88), Di Vaio.
Label: Liga Italia
Gonzalo Bergessio berhasil mencatatkan gol perdananya di ajang Serie A sekaligus memberikan kemenangan bagi Catania saat mengalahkan tamunya Genoa dengan skor tipis 2-1 di Stadion Angelo Massimino, Minggu (27/2).
Dengan hasil ini maka posisi Catania sementara naik ke peringkat 15 guna menggeser posisi Parma dengan nilai 29 angka. Sementara Genoa tertahan di urutan 10 dengan 35 poin.
Bagi pelatih Diego Simeone, kemenangan ini merupakan sukses keduanya di klub tersebut setelah di kemenangan pertamanya atas Lecce dengan skor tipis 3-2.
Dan pada pekan ini hal yang sama kembali dilakukan oleh tim berjuluk The Grifone, saat mereka tertinggal terlebih dulu melalui Floro Flores yang memanfaatkan bola muntah setelah Mariano Andujar mengeblok tendangan Juraj Kucka.
Namun berdasarkan hasil rekaman ulang gol tersebut, terlihat Floro Flores berdiri pada posisi off-side, namun wasit tetap mengesahkannya.
Tertinggal satu gol membuat Catania mencoba untuk mengejar ketertinggalan, namun kiper Genoa, Eduardo, berhasil melakukan penyelamatan gemilang dari upaya Matias Silvestre.
Di sisi lain Andujar kembali menyelamatkan gawangnya dari upaya kedua Genoa. Ia menepis tendangan bebas Miguel Veloso yang sangat keras dan tidak lama berselang kiper asal Argentina itu kembali mengamankan upaya brilian dari Emiliano Moretti.
Di menit-menit akhir Veloso melepaskan tendangan melengkung ke arah gawang, namun Gonzalo Bergessio yang turut membantu pertahanan berhasil mengamankannya sebelum melewati garis gawang.
Selepas istirahat pelatih Diego Simeone melakukan dua pergantian penting. dan mereka tidak lama mampu mengimbangi keadaan.
Berawal dari tendangan bebas Lodi, Silvestre berhasil merubah arah bola dan barisan pertahanan Genoa sempat lengah sebelum Maxi Lopez meneruskan bola ke dalam gawang.
Catania mencoba untuk terus melanjutkan tekanan dan lima menit setelah gol penyeimbang tercipta, Bergessio berhasil menjaringkan gol saat memanfaatkan kemelut di mulut gawang Genoa.
Keadaan bertambah buruk bagi kubu tim tamu, setelah di menit 67 Criscito menerima kartu merah langsung usai melanggar Lodi yang berhasil lari dari kejarannya. Namun keputusan ini juga dianggap kontroversi, mengingat insiden itu terjadi di kotak terlarang, namun wasit hanya memberikan tendangan bebas.
Tindakan bodoh dilakukan oleh Floro Flores, saat ia ditarik keluar sang pemain justru mengeluarkan cemoohan kepada ofisial keempat dan tak ayal setelah berdiskusi dengan sang wasit, ia pun harus mengantongi kartu merah.
Pertandingan berjalan imbang dengan kondisi pemain, setelah Blazej Augustyn menerima kartu kuning keduanya usai melanggar Alberto Paloschi di kotak terlarang dan wasit pun langsung menunjuk titik putih. Eksekusi yang diambil oleh Veloso dengan sempurna ditinju oleh Andujar.
Susunan pemain:
Catania: Andujar; Potenza (Schelotto 46), Silvestre, Augustyn, Alvarez; Ledesma (Ricchiuti 46), Carboni, Lodi; Gomez (Marchese 79), Bergessio, Maxi Lopez
Genoa: Eduardo; Moretti (Antonelli 52), Kaladze, Dainelli, Criscito; Mesto, Veloso, Kucka (Paloschi 57), Rossi; Floro Flores (Jankovic 69), Palacio.
READ MORE - Bergessio Menangkan Catania
Dengan hasil ini maka posisi Catania sementara naik ke peringkat 15 guna menggeser posisi Parma dengan nilai 29 angka. Sementara Genoa tertahan di urutan 10 dengan 35 poin.
Bagi pelatih Diego Simeone, kemenangan ini merupakan sukses keduanya di klub tersebut setelah di kemenangan pertamanya atas Lecce dengan skor tipis 3-2.
Dan pada pekan ini hal yang sama kembali dilakukan oleh tim berjuluk The Grifone, saat mereka tertinggal terlebih dulu melalui Floro Flores yang memanfaatkan bola muntah setelah Mariano Andujar mengeblok tendangan Juraj Kucka.
Namun berdasarkan hasil rekaman ulang gol tersebut, terlihat Floro Flores berdiri pada posisi off-side, namun wasit tetap mengesahkannya.
Tertinggal satu gol membuat Catania mencoba untuk mengejar ketertinggalan, namun kiper Genoa, Eduardo, berhasil melakukan penyelamatan gemilang dari upaya Matias Silvestre.
Di sisi lain Andujar kembali menyelamatkan gawangnya dari upaya kedua Genoa. Ia menepis tendangan bebas Miguel Veloso yang sangat keras dan tidak lama berselang kiper asal Argentina itu kembali mengamankan upaya brilian dari Emiliano Moretti.
Di menit-menit akhir Veloso melepaskan tendangan melengkung ke arah gawang, namun Gonzalo Bergessio yang turut membantu pertahanan berhasil mengamankannya sebelum melewati garis gawang.
Selepas istirahat pelatih Diego Simeone melakukan dua pergantian penting. dan mereka tidak lama mampu mengimbangi keadaan.
Berawal dari tendangan bebas Lodi, Silvestre berhasil merubah arah bola dan barisan pertahanan Genoa sempat lengah sebelum Maxi Lopez meneruskan bola ke dalam gawang.
Catania mencoba untuk terus melanjutkan tekanan dan lima menit setelah gol penyeimbang tercipta, Bergessio berhasil menjaringkan gol saat memanfaatkan kemelut di mulut gawang Genoa.
Keadaan bertambah buruk bagi kubu tim tamu, setelah di menit 67 Criscito menerima kartu merah langsung usai melanggar Lodi yang berhasil lari dari kejarannya. Namun keputusan ini juga dianggap kontroversi, mengingat insiden itu terjadi di kotak terlarang, namun wasit hanya memberikan tendangan bebas.
Tindakan bodoh dilakukan oleh Floro Flores, saat ia ditarik keluar sang pemain justru mengeluarkan cemoohan kepada ofisial keempat dan tak ayal setelah berdiskusi dengan sang wasit, ia pun harus mengantongi kartu merah.
Pertandingan berjalan imbang dengan kondisi pemain, setelah Blazej Augustyn menerima kartu kuning keduanya usai melanggar Alberto Paloschi di kotak terlarang dan wasit pun langsung menunjuk titik putih. Eksekusi yang diambil oleh Veloso dengan sempurna ditinju oleh Andujar.
Susunan pemain:
Catania: Andujar; Potenza (Schelotto 46), Silvestre, Augustyn, Alvarez; Ledesma (Ricchiuti 46), Carboni, Lodi; Gomez (Marchese 79), Bergessio, Maxi Lopez
Genoa: Eduardo; Moretti (Antonelli 52), Kaladze, Dainelli, Criscito; Mesto, Veloso, Kucka (Paloschi 57), Rossi; Floro Flores (Jankovic 69), Palacio.
Label: Liga Italia
Penampilan gemilang yang ditunjukkan striker Amauri berhasil memaksakan hasil berimbang 2-2 saat melawan tuan rumah AS Roma di Stadion Olimpico, Minggu (27/2).
Dengan hasil imbang di era kepemimpinan Vincenzo Montella tersebut, Roma masih tertahan di urutan enam dengan nilai 42 angka. Sementara Parma tertahan di urutan 17 dengan 27 angka dari 26 pertandingan.
Di pertengahan pekan kemarin, AS Roma memetik kemenangan tipis 1-0 atas Bologna di masa perdana kepelatihan Montella yang meneruskan kepemimpinan Claudio Ranieri.
Pada pertandingan ini mantan pemain berjuluk Aeroplanino itu masih belum diperkuat Aleandro Rosi, Philippe Mexes dan Leandro Greco, yang keseluruhannya menjalani akumulasi.
Tuan rumah memperoleh gol pembuka di menit ke-19, setelah Rodrigo Taddei dijatuhkan oleh Alessandro Lucarelli di kotak terlarang dan Francesco Totti yang mengeksekusi bola tersebut dengan sempurna melengkapi penampilan ke-600 nya untuk Giallorossi.
Juan berhasil menggandakan keunggulan tuan rumah di menit 36, kala tandukan Daniele De Rossi masih dapat ditinju Antonio Mirante, namun bola jatuh ke kaki Juan dan kemudian mendorong bola dari jarak enam meter ke dalam gawang.
Selepas istirahat justru permainan tuan rumah mengendor dan hasilnya Amauri de Carvalho mampu menjebol gawang Alexandre Doni di menit 74 dengan gol indah dengan menggunakan tumitnya.
Hanya bertahan lima menit saja, Amauri kembali menjebol gawang Doni. Diawali dari umpan silang Valiani di sisi kanan gagal dikontrol Hernan Crespo, namun Amauri tidak menyia-nyiakannya untuk menghujamkan bola dari jarak delapan meter.
Sementara itu hasil memilukan mewarnai laga Palermo melawan Udinese, setelah tujuh gol bersarang di gawang kubu tuan rumah.
Palermo harus meradang setelah Antonio Di Natale mampu mencetak tiga gol di menit ke-10, 42 dan 61 dari titik penalti. Sementara Alexis Sanchez memborong empat gol.
Hasil lain:
Brescia 2 (Caracciolo 16', Zoboli 18')
Lecce 2 (Corvia 30', Munari 70')
Bari 1 (Ghezzal 87')
Fiorentina 1 (Gilardino 21')
Cagliari 1 (Dias 40'-bunuh diri)
Lazio 0
Cesena 1 (Jimenez 90'-pen)
Chievo 0
READ MORE - Amauri Gagalkan Kemenangan Roma
Dengan hasil imbang di era kepemimpinan Vincenzo Montella tersebut, Roma masih tertahan di urutan enam dengan nilai 42 angka. Sementara Parma tertahan di urutan 17 dengan 27 angka dari 26 pertandingan.
Di pertengahan pekan kemarin, AS Roma memetik kemenangan tipis 1-0 atas Bologna di masa perdana kepelatihan Montella yang meneruskan kepemimpinan Claudio Ranieri.
Pada pertandingan ini mantan pemain berjuluk Aeroplanino itu masih belum diperkuat Aleandro Rosi, Philippe Mexes dan Leandro Greco, yang keseluruhannya menjalani akumulasi.
Tuan rumah memperoleh gol pembuka di menit ke-19, setelah Rodrigo Taddei dijatuhkan oleh Alessandro Lucarelli di kotak terlarang dan Francesco Totti yang mengeksekusi bola tersebut dengan sempurna melengkapi penampilan ke-600 nya untuk Giallorossi.
Juan berhasil menggandakan keunggulan tuan rumah di menit 36, kala tandukan Daniele De Rossi masih dapat ditinju Antonio Mirante, namun bola jatuh ke kaki Juan dan kemudian mendorong bola dari jarak enam meter ke dalam gawang.
Selepas istirahat justru permainan tuan rumah mengendor dan hasilnya Amauri de Carvalho mampu menjebol gawang Alexandre Doni di menit 74 dengan gol indah dengan menggunakan tumitnya.
Hanya bertahan lima menit saja, Amauri kembali menjebol gawang Doni. Diawali dari umpan silang Valiani di sisi kanan gagal dikontrol Hernan Crespo, namun Amauri tidak menyia-nyiakannya untuk menghujamkan bola dari jarak delapan meter.
Sementara itu hasil memilukan mewarnai laga Palermo melawan Udinese, setelah tujuh gol bersarang di gawang kubu tuan rumah.
Palermo harus meradang setelah Antonio Di Natale mampu mencetak tiga gol di menit ke-10, 42 dan 61 dari titik penalti. Sementara Alexis Sanchez memborong empat gol.
Hasil lain:
Brescia 2 (Caracciolo 16', Zoboli 18')
Lecce 2 (Corvia 30', Munari 70')
Bari 1 (Ghezzal 87')
Fiorentina 1 (Gilardino 21')
Cagliari 1 (Dias 40'-bunuh diri)
Lazio 0
Cesena 1 (Jimenez 90'-pen)
Chievo 0
Label: Liga Italia
Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani, membantah timnya sudah menjalin kesepakatan dengan bek AS Roma, Philippe Mexes. Galliani menegaskan, Milan tak mau merusak hubungan baik dengan Roma karena masalah ini.
Milan memang kerap diberitakan mendekati pemain belakang asal Perancis tersebut. Mexes diharapkan bisa menjadi tandem sempurna dari Thiago Silva, mengingat Alessandro Nesta sudah termakan usia. Namun, sekali lagi Galliani menegaskan, timnya tidak menjalin kesepakatan dengan Mexes.
“Tak ada kesepakatan antara Milan dan Philippe Mexes. Milan tak mau menggangu, baik itu pemain atau klub. Roma adalah teman kami,” kata Galliani kepada L’Equipe.
Meski demikian, Galliani tak menutup pintu jika Mexes benar-benar ingin bergabung usai kontraknya bersama Roma habis waktunya.
“Jika sang pemain tak memutuskan untuk memperpanjang kontrak di Roma, maka Milan akan bertindak cepat, sama seperti tim-tim lain,” ujarnya.
READ MORE - Milan bantah dapatkan Mexes
Milan memang kerap diberitakan mendekati pemain belakang asal Perancis tersebut. Mexes diharapkan bisa menjadi tandem sempurna dari Thiago Silva, mengingat Alessandro Nesta sudah termakan usia. Namun, sekali lagi Galliani menegaskan, timnya tidak menjalin kesepakatan dengan Mexes.
“Tak ada kesepakatan antara Milan dan Philippe Mexes. Milan tak mau menggangu, baik itu pemain atau klub. Roma adalah teman kami,” kata Galliani kepada L’Equipe.
Meski demikian, Galliani tak menutup pintu jika Mexes benar-benar ingin bergabung usai kontraknya bersama Roma habis waktunya.
“Jika sang pemain tak memutuskan untuk memperpanjang kontrak di Roma, maka Milan akan bertindak cepat, sama seperti tim-tim lain,” ujarnya.
Label: Liga Italia
Allenatore Juventus Luigi Del Neri begitu semangat menyambut laga tandang melawan Lecce, Minggu (20/2/2011) malam nanti. Del Neri berambisi mengantarkan Bianconeri membungkam lawannya, seperti saat menghadapi Inter Milan.
Seperti diketahui, Juve sukses menaklukkan Inter 1-0 di Olimpico Turin pada laga lanjutan Serie A, di awal pekan lalu, berkat gol semata wayang Alessandro Matri. Tak heran jika sang pelatih bertekad kembali mengamankan tiga angka, kendati harus bertandang ke Stadion Via del Mare.
“Lecce merupakan perjalanan penting bagi kami. Saya berharap, kami mampu menyuguhkan permainan seperti saat melawan Inter,” cetus Del Neri, seperti dilansir Goal.
Demi mendongkrak perolehan poin Juve, yang kini menempati peringkat enam dengan 41 poin, Del Neri sangat berharap mampu menjaga mental dan performa apik skuadnya.
“Mulai saat ini, setiap pertandingan bagi kami harus seperti (melawan Inter) ini. Pemulihan pemain menjamin kualitas tim dan secara mental, kami harus terus menerapkan sikap seperti saat menghadapi Inter,” imbuhnya.
READ MORE - Jelang Juve Vs Lecce
Seperti diketahui, Juve sukses menaklukkan Inter 1-0 di Olimpico Turin pada laga lanjutan Serie A, di awal pekan lalu, berkat gol semata wayang Alessandro Matri. Tak heran jika sang pelatih bertekad kembali mengamankan tiga angka, kendati harus bertandang ke Stadion Via del Mare.
“Lecce merupakan perjalanan penting bagi kami. Saya berharap, kami mampu menyuguhkan permainan seperti saat melawan Inter,” cetus Del Neri, seperti dilansir Goal.
Demi mendongkrak perolehan poin Juve, yang kini menempati peringkat enam dengan 41 poin, Del Neri sangat berharap mampu menjaga mental dan performa apik skuadnya.
“Mulai saat ini, setiap pertandingan bagi kami harus seperti (melawan Inter) ini. Pemulihan pemain menjamin kualitas tim dan secara mental, kami harus terus menerapkan sikap seperti saat menghadapi Inter,” imbuhnya.
Label: Liga Italia
Inter Milan naik ke peringkat kedua klasemen sementara berkat kemenangan 1-0 atas tamunya Cagliari. Tambahan tiga poin membuat Inter kini hanya tertinggal dua angka dari capolista AC Milan.
Inter mengalahkan Cagliari 1-0 dalam laga yang digelar di Giuseppe Meazza, Minggu (20/2/2011) dinihari WIB.
Gol kemenangan Nerazzuri tersebut dikemas oleh Andrea Ranocchia di menit ketujuh. Gol ini sempat mendapat protes para pemain Cagliari.
Tambahan tiga angka membawa Nerazzuri naik ke posisi kedua klasemen sementara menggeser Napoli. Dengan poin 50, Inter kini hanya tertinggal dua angka dari AC Milan selaku pemuncak klasemen sementara.
Jalannya Pertandingan
Baru 90 detik pertandingan berjalan, Inter langsung melancarkan tekanan. Sepakan Pandev dari luar kotak penalti bisa diselamatkan oleh Michael Agazzi.
Menit keempat tandukan peluang Cagliari melalui Daniele Conti bisa dimentahkan Julio Cesar.
Skor berubah menjadi 1-0 di menit ketujuh dengan gol menjadi milik Inter Milan. Nerazzuri mengambil tendangan bebas dengan cepat. Samuel Eto'o mengoper ke Goran Pandev. Selanjutnya pemain Makedonia itu melepas tembakan yang masih diblok pemain Cagliari.
Bola yang mengarah ke Houssaine Kharja disepak ke arah gawang. Sempat menyentuh Andrea Ranocchia, bola kemudian menembus gawang Cagliari.
Gol ini sempat mendapat protes dari para pemain I Isolani yang menilai bahwa Ranoccha berada dalam posisi off-side.
Kesalahan Inter hampir dimanfaatkan Cagliari untuk mencetak gol penyama. Backpass Yuto Nagatomo berhasil membuat Robert Acquafresa dan Andrea Cossu memiliki kesempatan untuk menyamakan skor. Namun upaya tersebut ternyta masih gagal membuahkan angka.
Di babak kedua, serbuan dilancarkan Cagliari. Memasuki seperempat jam terakhir laga, anak buah Roberto Donadoni itu meningkatkan tekanan ke kotak penalti Inter.
Kemelut di depan gawang Inter membuka peluang bagi Nene untuk menjebol gawang Julio Cesar. Namun Dejan Stankovic berhasil menghalau bola keluar.
Tak lama berselang, tembakan Nene membentur Cambiasso. Bola rebound yang disambar Andrea Lazzari masih melenceng dari sasaran.
Susunan Pemain
Inter Milan: Julio Cesar; Cordoba, Ranocchia, Nagatomo, Maicon, Motta (Cambiasso 71'), Kharja (Mariga 77'), Zanetti, Pandev, Pazzini, Eto'o (Stankovic 62')
Cagliari: Agazzi; Astori, Canini, Agostini, Pisano, Conti, Cossu (Nainggolan 69'), Lazzari, Biondini, Nene, Acquafresca (Ragatzu 64')
(dtc/nar)
READ MORE - Inter kembali ke Jalur Scudetto
Inter mengalahkan Cagliari 1-0 dalam laga yang digelar di Giuseppe Meazza, Minggu (20/2/2011) dinihari WIB.
Gol kemenangan Nerazzuri tersebut dikemas oleh Andrea Ranocchia di menit ketujuh. Gol ini sempat mendapat protes para pemain Cagliari.
Tambahan tiga angka membawa Nerazzuri naik ke posisi kedua klasemen sementara menggeser Napoli. Dengan poin 50, Inter kini hanya tertinggal dua angka dari AC Milan selaku pemuncak klasemen sementara.
Jalannya Pertandingan
Baru 90 detik pertandingan berjalan, Inter langsung melancarkan tekanan. Sepakan Pandev dari luar kotak penalti bisa diselamatkan oleh Michael Agazzi.
Menit keempat tandukan peluang Cagliari melalui Daniele Conti bisa dimentahkan Julio Cesar.
Skor berubah menjadi 1-0 di menit ketujuh dengan gol menjadi milik Inter Milan. Nerazzuri mengambil tendangan bebas dengan cepat. Samuel Eto'o mengoper ke Goran Pandev. Selanjutnya pemain Makedonia itu melepas tembakan yang masih diblok pemain Cagliari.
Bola yang mengarah ke Houssaine Kharja disepak ke arah gawang. Sempat menyentuh Andrea Ranocchia, bola kemudian menembus gawang Cagliari.
Gol ini sempat mendapat protes dari para pemain I Isolani yang menilai bahwa Ranoccha berada dalam posisi off-side.
Kesalahan Inter hampir dimanfaatkan Cagliari untuk mencetak gol penyama. Backpass Yuto Nagatomo berhasil membuat Robert Acquafresa dan Andrea Cossu memiliki kesempatan untuk menyamakan skor. Namun upaya tersebut ternyta masih gagal membuahkan angka.
Di babak kedua, serbuan dilancarkan Cagliari. Memasuki seperempat jam terakhir laga, anak buah Roberto Donadoni itu meningkatkan tekanan ke kotak penalti Inter.
Kemelut di depan gawang Inter membuka peluang bagi Nene untuk menjebol gawang Julio Cesar. Namun Dejan Stankovic berhasil menghalau bola keluar.
Tak lama berselang, tembakan Nene membentur Cambiasso. Bola rebound yang disambar Andrea Lazzari masih melenceng dari sasaran.
Susunan Pemain
Inter Milan: Julio Cesar; Cordoba, Ranocchia, Nagatomo, Maicon, Motta (Cambiasso 71'), Kharja (Mariga 77'), Zanetti, Pandev, Pazzini, Eto'o (Stankovic 62')
Cagliari: Agazzi; Astori, Canini, Agostini, Pisano, Conti, Cossu (Nainggolan 69'), Lazzari, Biondini, Nene, Acquafresca (Ragatzu 64')
(dtc/nar)
Label: Liga Italia
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)

