Tampilkan postingan dengan label Liga Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Spanyol. Tampilkan semua postingan

Madrid Masih kokoh di Kandang

Real Madrid masih mempertahankan kesempurnaan kandangnya. Yang istimewa itu dilakukan seraya meraih kemenangan terbesarnya di liga musim ini.

El Real berpesta gol saat menjamu Malaga di Santiago Bernabeu, Jumat (4/3/2011) dinihari WIB. Tiga gol dilesakkan ke gawang lawan di paruh pertama laga, ditambah empat gol lainnya di paruh kedua.

Skor 7-0 atas Malaga tersebut adalah kemenangan terbesar yang dicatatkan Madrid di liga musim ini. Sebelumnya kemenangan terbesar tim besutan Jose Mourinho itu adalah dengan skor 6-1 atas Deportivo La Coruña (3 Oktober 2010) dan Racing Santander (23 Oktober 2010).

Kemenangan tersebut bikin Madrid tercatat sebagai satu-satunya klub yang selalu menang di markas sendiri pada ajang La Liga Primera musim ini. 'Si Putih' sekaligus memanjangkan kemenangan kandang di liga menjadi 16 kali beruntun. Kali terakhir Madrid kalah di kandang adalah saat tunduk 0-2 dari Barcelona pada akhir musim lalu, tepatnya 10 April 2010.

Yang lebih luar biasa lagi, kemenangan juga membuat Madrid masih tanpa cela di laga kandang dalam seluruh kompetisi yang mereka jalani. Madrid selalu menang dalam 20 laga terakhir saat berstatus tuan rumah.
READ MORE - Madrid Masih kokoh di Kandang
READ MORE - Madrid Masih kokoh di Kandang
READ MORE - Madrid Masih kokoh di Kandang

Tiga poin yang dipetik Barcelona saat menjamu Real Zaragoza benar-benar diraih susah payah. Bagaimana tidak, lawan dinilai memang seperti ingin "menembok" gawang dan enggan menyerang.

Barca tampil dominan saat menghadapi Zaragoza, Minggu (6/3/2011) dinihari WIB. Soccernet mencatat tim Catalan itu membuat 82% penguasaan bola atas lawannya yang hanya disisakan 18% saja.

Selain itu Barca juga rajin mengancam dengan 23 tembakan yang 12 di antaranya tepat mengarah ke gawang lawan. Zaragoza sendiri cuma bisa tiga kali menembak dengan satu tepat ke sasaran.

Statistik memang menunjukkan Barca memegang kendali penuh, tapi menjebol gawang lawan tetap bukan perkara gampang. Faktanya hanya Seydou Keita saja yang mampu menjebol gawang Zaragoza.

"Tim mendominasi dan banyak menguasau bola. Kami menghadapi sebuah tim yang praktis tak mau menyerang dan itu membuat jadi sukar," komentar playmaker Barca Xavi di Yahoosports.

Selain itu, Barca juga dipersulit ketangguhan kiper lawan. Antonio Doblas memang rapat benar mengawal gawannya dan total membuat 11 penyelamatan.

"Doblas luar biasa. Kami bermain dengan keunggulan 1-0 untuk waktu lama dan risikonya mereka bisa saja mencetak gol balasan," puji Asisten Pelatih Barca Tito Vilanova.

Apapun, kemenangan sudah membawa Barca terpaut sepuluh poin dari Real Madrid yang tengah mengejar dan kini berada di posisi dua. Barca memimpin klasemen dengan keunggulan sepuluh poin atas El Real yang belum melakoni partai jornada 27.

"Yang terpenting adalah kami menang. Kami menjaga keunggulan kami dan kini semua tergantung kami sendiri," tegas gelandang Barca Mascherano.
READ MORE - Barca direpotkan 'Tembok' Zaragoza
READ MORE - Barca direpotkan 'Tembok' Zaragoza
READ MORE - Barca direpotkan 'Tembok' Zaragoza

Atletico Masuki Zona Eropa

Setelah di dua laga terakhirnya hanya berakhir imbang, Atletico Madrid akhirnya membukukan kemenangan usai mengalahkan Villarreal. Kemenangan ini membawa Los Colchoneros kembali ke zona Eropa.

Pertandingan antara Atletico kontra Villarreal berlangsung di Vicente Calderon, Minggu (6/3/2011) dinihari WIB. Tiga angka diperoleh Atletico usai menghempaskan tamunya dengan skor 3-1.

Jose Antonio Reyes sukses menggetarkan gawang yang dijaga Diego Lopez saat laga memasuki menit kelima. Akan tetapi skor berimbang usai Giuseppe Rossi menyamakan kedudukan di menit 34.

Keunggulan Atletico bertambah setelah jeda turun minum. Di menit 68, Sergio Aguero menggandakan keunggulan timnya usai meneruskan umpan terobosan yang diberikan Filipe Luis.

Atletico memastikan kemenangannya setelah memperbesar keunggulannya menjadi 3-1 pada empat menit kemudian. Umpan terobosan Reyes diterima Diego Forlan yang melesakkan bola ke pojok bawah gawang 'Kapal Selam Kuning'.

Dengan hasil ini, Atletico kini mengoleksi 38 poin dan untuk sementara naik ke peringkat enam klasemen. Sementara Villarreal masih kokoh di urutan empat dengan perolehan 50 poin.


Valencia Tundukkan Real Mallorca
Di pertandingan sebelumnya, Valencia juga memetik angka penuh usai mempermalukan Real Mallorca di depan pendukungnya sendiri. Tim berjuluk 'Si Kelelawar' ini menang 2-1.

Ivan Ramis berhasil membuat Mallorca unggul terlebih dahulu di menit 31 lewat titik putih. Hadiah penalti diberikan wasit usai Ricardo Costa melakukan pelanggaran terhadap Pierre Webbo di kotak terlarang.

Sayangnya keunggulan itu cuma bertahan dua menit saja karena Pablo Hernandez sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 usai melakukan serangan balik cepat.

Mimpi buruk Mallorca akhirnya datang di menit 56. Lewat kerja samanya dengan Jonas, Pablo kembali merobek gawang Mallorca untuk kali kedua sekaligus memastikan kemenangan Valencia 2-1.

Tambahan tiga angka yang diraih Valencia tidak mengubah posisinya di urutan tiga klasemen dengan 50 poin hasil 27 kali bertanding. Demikian dengan Mallorca yang tetap di posisi 10 dengan 34 poin.
READ MORE - Atletico Masuki Zona Eropa
READ MORE - Atletico Masuki Zona Eropa
READ MORE - Atletico Masuki Zona Eropa

Jose Mourinho tak pernah berpikir soal kapan Barcelona akan tergelincir. Tetap menjaga harapan jadi juara, pelatih Real Madrid itu cuma mau fokus pada timnya dan menargetkan menang di El Clasico jilid kedua.

Madrid beberapa jam lalu memetik kemenangan 3-1 dalam lawatan ke Racing Santander. Dua gol Karim Benzema dan satu lainnya dari Emmanuel Adebayor menjaga El Real di jarak tujuh poin dengan Barcelona di puncak klasemen.

Sejauh ini upaya Madrid mendekatkan diri pada Barca terhitung masih sulit. Soalnya The Catalans terus meraih hasil positif dan belum terkalahkan sejak tunduk 0-2 atas Hercules di pekan kedua kompetisi.

Kalau ada peluang Madrid untuk bisa menyalip seteru terbesarnya tersebut maka itu bisa datang jika anak didik Josep Guardiola tergelincir. Namun Jose Mourinho justru menyebut kalau dirinya tak berharap akan hal tersebut.

Daripada menunggu Barca membuat kesalahan, pelatih asal Portugal itu memilih fokus pada timnya sendiri.

"Saya tidak berharap Barcelona tergelincir. Saya fokus pada liga saya sendiri, saya memainkan permainan saya sendiri dan mencoba meraih poin sebanyak saya bisa," sahut Jose Mourinho di situs resmi Madrid.

Madrid sempat merapatkan jarak dengan Barca menjadi lima angka setelah Carles Puyol cs bermain imbang dengan Sporting Gijon di awal Februari lalu. Namun selisih keduanya kembali merenggang ke tujuh poin karena Los Blancos diredam Deportivo La Coruna tanpa gol di penghujung Februari.

"Jika pertandingannya lebih seimbang dan ditentukan oleh detil-detil kecil, saya tidak berharap itu. Saya tidak mengharapkan mereka tergelincir, tapi saya berharap kami menang di kandang," tuntas Mourinho merujuk pada El Clasico jilid kedua yang bakal digelar pada 17 April mendatang.
READ MORE - Mourinho Tak Berpikiran Barca Tergelincir
READ MORE - Mourinho Tak Berpikiran Barca Tergelincir
READ MORE - Mourinho Tak Berpikiran Barca Tergelincir

Kemenangan atas Racing Santander kembali mendekatkan Real Madrid ke Barcelona di puncak klasemen. Tak hanya soal tiga poin, penampilan apik Karim Benzema dan Emmanuel Adebayor pun dinilai mumpuni menggantikan peran Cristiano Ronaldo.

Bertanding di kandang lawan El Sadinero, Senin (7/3/2011) dinihari WIB, Madrid tampil relatif dominan. Alhasil dua gol Benzema serta satu dari Adebayor sukses membuat Los Blancos menang 3-1. Mereka bisa saja unggul 4-1 namun penalti Adebayor di menit ke-85 gagal dikonversi jadi gol.

Sebuah penampilan yang tentunya memuaskan sang pelatih Jose Mourinho mengingat Madrid sebelum laga ini dihantam cedera pemain dan skorsing terutama di lini depan.

Ronaldo divonis harus absen selama tiga pekan karena cedera kaki sementara Kaka kembali harus masuk ruang perawatan karena cedera paha.

Namun apa yang ditunjukkan Benzema, Adebayor sebagai penggedor di lini depan serta sokongan Mesut Oezil sebagai penyuplai bola, menunjukkan Madrid bisa survive meski tanpa kehadiran Ronaldo yang adalah topskorer mereka di liga dengan 27 gol.

"Mempunyai dua penyerang membuat kami memiliki banyak alternatif. Kami mempunyai pemain yang bisa beradaptasi untuk bermain di manapun dan malam ini kami menunjukkannya dengan sangat baik. Karim dan Adebayor memberikan solusi yang baik," ucap Mourinho di situs resmi klub.

Secara keseluruhan Mourinho pun memuji ketenangan timnya meski tampil di bawah tekanan harus menang, menyusul kemenangan Barcelona sehari sebelumnya yang membuat selisih poin melebar jadi 10.

"Kami bermain dengan baik di beberapa laga terakhir. Kami tampil tangguh malam ini dan menciptakan banyak peluang. Lawan kami merasa tak punya banyak peluang karena kami bermain fantastis dan kami selalu unggul. Saya senang jika kami tetap tampil tenang," tuntas pelatih asal Portugal itu.
READ MORE - Benzema-Adebayor Puaskan 'The Spesial One'
READ MORE - Benzema-Adebayor Puaskan 'The Spesial One'
READ MORE - Benzema-Adebayor Puaskan 'The Spesial One'

Menghadapi Levante, Real Madrid tetap tampil serius meski tengah pekan depan dinanti Liga Champions. Keseriusan El Real turut berhasil mempertahankan reputasi pelatih Jose Mourinho yang tak pernah kalah di kandang.

Madrid mengalahkan Levante 2-0 dalam laga yang berlangsung dinihari tadi. Di pertandingan ini, Mourinho tidak menurunkan kekuatan penuh sebagai starter.

Mesut Oezil dimainkan sebagai cadangan. Sementara Xabi Alonso di bench hingga peluit panjang. Sementara Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, Angel Di Maria, dan Sami Khedira jadi starter. Dari nama-nama itu, Benzema dan Di Maria tidak tampil hingga laga ditutup.

"Saya pikir normal saja bila saya mengistirahatkan Xabi dan Oezil, yang keduanya akan bermain di laga berikutnya (Liga Champions pad atengah pekan), karena saya masih punya alternatif lain," ujar Mourinho di situs resmi klub.

"Saya menyukai bagaimana permainan Sergio Ramos dan Benzema. Cristiano (Ronaldo) selalu ingin bermain. Cristiano berada dalam performa terbaik dari segi fisik dan tak merasa lelah. Jadi mengapa saya harus menariknya keluar? Seorang pemain memang bisa saja cedera setiap waktu. Memang risiko soal itu selalu ada dan kita tidak bisa apa-apa menghadapi hal seperti itu," lanjut pelatih berusia 48 tahun itu.

Meski dinanti agenda penting lain yaitu di Liga Champions, Mourinho tetap memuji keseriusan anak buahnya. Keseriusan ini pula yang membawa The Special One memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang sendiri.

Kemenangan atas Levante merupakan kali ke-148 secara berturut-turut Mourinho berhasil membawa tim asuhannya unbeaten saat tampil di markas sendiri.

Ada pun kali terakhir Mourinho menyaksikan anak asuhnya ditaklukkan tim tamu adalah pada 23 Februari 2002 yakni saat FC Porto dibekuk Beia Mar.

Itu berarti sudah sembilan tahun pelatih asal Portugal tersebut tidak terkalahkan di kandang sendiri. Dari 148 pertandingan, 123 di antaranya dilalui dengan kemenangan. Ada pun bersama Madrid, Mourinho sejauh ini menang 12 kali dari 12 pertandingan di Santiago Bernabeu di kancah La Liga.

"Saya senang tim asuhan saya bermain dengan serius. Laga sebelum Liga Champions memang bisa kompleks karena fokus pemain bisa lebih condong ke kompetisi Eropa. Namun tim bermain baik dan sangat fokus," ujar Mourinho.

"Kami paham bahwa Levante bisa membuat langkah kami jadi berat. Pertahanan mereka terorganisir dengan baik, namun kami bisa mencetak gol cepat dan membuat segalanya berada di bawah kendali kami. Menang dan mengistirahatkan pemain adalah intinya," tutup dia.
READ MORE - Madrid serius Bawa Mourinho Pertahankan Reputasi
READ MORE - Madrid serius Bawa Mourinho Pertahankan Reputasi
READ MORE - Madrid serius Bawa Mourinho Pertahankan Reputasi

;;